Panitia Penerima Peserta Segera Lelang Catering Muktamar Muhammadiyah ke-48

Pujoko19/08/2019

Panitia Penerima Peserta Segera Lelang Catering Muktamar Muhammadiyah ke-48

Pujoko19/08/2019
VIP Soft launching

Reporter: Pujoko
MENTARI.NEWS, SUKOHARJO – Usai menggelar peresmian awal Muktamar Muhammadiyah ke-48 (soft launching) pada Rabu (31/7/2019) lalu, panitia siap-siap menggelar Grand Launching Muktamar Muhammadiyah ke-48 pada November 2019 mendatang.

“Fokus selanjutnya usai soft launching adalah grand launching Muktamar Muhammadiyah ke-48 pada November 2019 mendatang,” ujar Rektor UMS, Prof. Dr. Sofyan Anif, M.S.i yang juga merupakan Ketua Penerimaan Peserta Muktamar Muhammadiyah ke-48.

Selain mempersiapkan grand launching, menurut Rektor UMS, panitia juga tengah melakukan konsolidasi kepanitian terkait bidang pekerjaan serta jumlah panitia yang dibutuhkan.

“Saya akan melakukan konsolidasi kepanitiaan karena kemarin ada panitia yang belum tahu kalau dijadikan panitia. Mematangkan rencana kerja panitia karena kemarin (ada panitia) dimasukkan bidang tertentu tidak sesuai bidangnya. Termasuk menambah jumlah panitia. Kita akan libatkan PWM Jawa Tengah dan PDM Solo raya,” kata Sofyan Anif.

Terkait berapa jumlah panitia yang dibutuhkan, Rektor UMS mengatakan saat ini sudah ada 200-an panitia. Selain fokus konsolidasi kepanitiaan, panitia muktamar juga fokus pada penyelesaian masalah akomodasi peserta muktamar berupa penginapan atau kamar hotel.

 

Rektor UMS, Prof.Dr. Sofyan Anif, M.Si. (mentari.news)

“Untuk akomodasi hotel, kemarin sudah berkomitmen dengan hotel berbintang di Kota Solo. Salah satu bentuk komitmen itu adalah booking hotel. Kemarin (panitia) saya tanya, komitmen dengan pihak hotel tidak perlu DP tapi tanda tangan diatas materai. Itu sudah bisa,” terang Sofyan Anif.

Selain akomodasi hotel, panitia muktamar dalam 1-2 bulan ke depan akan melakukan proses pelelangan catering konsumsi. Menurut Rektor UMS, lelang catering konsumsi ini perlu dilakukan mengingat peserta Muktamar Muhammadiyah yang jumlahnya sangat banyak.

“Jadi harus ada seleksi catering. Termasuk biaya, kesehatan makanan catering. Kami sudah ada panduan dari pengalaman penyelenggaraan muktamar yang lalu,” terang Sofyan Anif, Kamis (8/8/2019). (*)