Pariwisata Solo Kekurangan Guide Berbhasa Mandarin

Pariwisata Solo Kekurangan Guide Berbhasa Mandarin

Sepur Kluthuk Jaladara
Reporter: Rani Setianingrum
MENTARI.NEWS,SOLO-Sulitnya mendapatkan pemandu wisata (guide), Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies (Asita) mendorong pemerintah untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia (SDM) dalam bidang pariwisata.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Wakil Ketua Asita Jateng, Daryono kepada wartawan, Rabu (31/7). “ketersediaan SDM khususnya guide atau pemandu wisata yang menguasai bahasa Mandirin di Solo khususnya masih minim,” kata Daryono.
Menurut Daryono masalah guide menjadi penting karena saat ini pelaku biro perjalanan berhasil mendatangkan wisatawan dari Tiongkok seperti yang sudah berjalan mulai Juli kemarin. “Sangat kesulitan mencari  guide lokal yang bisa menguasai bahasa Mandarin,” keluhnya.
Untuk mengatasi persoalan guide, pihaknya terpaksa harus mendatangkan guide dari luar kota “Sebagai solusi jangka pendek,  ya terpaksa mencari guide dari luar kota. Seperti Bali dan Manado.”
Namun kedepannya ia berharap permasalahan keterbatasan guide dapat teratasi, “Saya kira memang SDM ini yang harus dipersiapkan ke depan. Karena saat ini bisa dibilang krisis guide, khususnya yang menguasai bahasa Mandarin.”
Hal senada juga diungkapkan Direktur Utama PT Cahaya Matahari Rembulan, Pupun Pantiana Gunmantono mengaku dalam menyiapkan paket wisata inbound di Joglosemar banyak tantangan yang dihadapi. Salah satunya, kesulitan menyiapkan guide yang mahir bahasa Mandarin.
“Memang pengalaman mendatangkan wisatawan dari Tiongkok ke Solo ini tidak mudah seperti yang dibayangkan. Tidak hanya adanya kesulitan mengurus izin charter pesawat, mencari guide lokal yang menguasai bahasa Mandarin ternyata juga tidak mudah, “tandasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, ratusan wisatawan inbound dari Tiongkok akan membanjiri sejumlah destinasi wisata di Joglosemar. Pada penerbangan perdana yang dimulai pada hari ini, Rabu (1/8), sebanyak 174 wisatawan datang melalui Bandara Adi Soemarmo. Mereka akan menginap selama enam hari di Jogjakarta dan Solo.