Pendapat Rektor UMS Soal Rencana Impor Rektor Pemerintah

Pujoko16/08/2019

Pendapat Rektor UMS Soal Rencana Impor Rektor Pemerintah

Pujoko16/08/2019
Rektor UMS_

Reporter: Pujoko
MENTARI.NEWS, SUKOHARJO –  Rektor UMS, Prof.Dr. Sofyan Anif, M.Si mengatakan rencana impor rektor yang diwacanakan pemerintah dari sejumlah aspek tidak pas. Sofyan Anif menyebut aspek kultur sebagai salah satu aspek pembeda.

“Kita lebih kental dengan budaya Jawa yang beretika, sopan santun, termasuk kita harus ikhlas dalam membangun negara, rela berkorban. Kalau sana (luar negeri) tidak. Mereka memang bisnis. Untuk jadi rektor berani bayar dibayar berapa. Tetapi setelah itu mereka konsisten. Kalau sampai tidak ada perubahan mereka mengundurkan diri. Jadi memang secara kultur berbeda,” terang Guru Besar Manajemen Pendidikan tersebut, kepada mentari.news, Rabu, (7/8/2019).

Ditambahkan Sofyan Anif, sistem lelang jabatan rektor di perguruan tinggi luar negeri sudah bagus berjalan dengan dibiayai dana besar Sofyan Anif mencontohkan pemilihan Rektor Universitas Perkin di Perth Australia yang pernah ia ketahui pada tahun 2009.

“Saya waktu di Australia, di Perth itu, pada saat itu akan ada pergantian Rektor Universitas Curtin di Perth. Jadi 1 tahun sebelumnya sudah ditawarkan ke public. Mereka (pihak kampus) sudah menawarkan gaji Rp 100 juta untuk jadi rektor. memang anggaran lebih dari cukup,” kata Sofyan Anif.

Sofyan Anif juga menyinggung aspek anggaran untuk pendidikan tinggi yang dimiliki perguruan tinggi di Indonesia dengan di luar negeri yang dihubungkan dengan perangkingan perguruan tinggi di Indonesia di dunia.

“Kalau impor rektor dipakai mengejar perangkingan perguruan tinggi di dunia, mereka (pemerintah) salah.  Sebetulnya mereka (PT di luar negeri) punya rangking tinggi sudah sejak lama karena punya anggaran besar,” kata Rektor UMS.

Menurut Sofyan Anif, arah pemerintah menaikkan rangking perguruan tinggi di Indonesia di level dunia, cukup dengan dukungan anggaran riset dari pemerintah yang ditambah.

“Anggaran riset perguruan tinggi selama 3 tahun terakhir turun terus. Bagaimana kita bisa menghasilkan riset berorientasi ke depan kalau dananya berkurang terus. Karena untuk menghasilkan riset yang bagus itu dananya mahal, Jadi kalau saya harus dipertimbangkan lagi (wacana impor rektor),” ujar dosen Pendidikan Biologi FKIP UMS tersebut.

Di sisi lain, Sofyan Anif juga mengatakan kalau impor rektor ini tujuannya memberi semangat, ikut pendampingi para pimpinan di PT di dalam negeri agar punya pikiran lebih maju, mungkin tidak masalah selama mereka tidak berorientasi bisnis. (*)