Tim PKM UMS Latih Usaha Cuci Motor ABK SMALB YPAC Surakarta

Pujoko06/08/2019

Tim PKM UMS Latih Usaha Cuci Motor ABK SMALB YPAC Surakarta

Pujoko06/08/2019
Cuci Motor ABK SMALB YPAC Surakarta.

Reporter: Pujoko
MENTARI.NEWS, SOLO – Tiga dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan pelatihan keterampilan berwirausaha kepada anak berkebutuhan khusus (ABK) yang berada di SMALB YPAC Surakarta.

Tiga dosen tersebut, Wahyudin, Aflit Nuryulia Prawasti serta Puspawati, mengajari ABK yang mempunyai kekurangan baik secara fisik, mental, dan emosional agar memiliki kesempatan untuk bekerja secara mandiri.

Program pelatihan kewira usahaan untuk ABK ini  telah dilaksanakan pada akhir Juli 2019.  Sementara itu YPAC Surakarta sendiri telah memiliki beberapa program kemandirian yang sudah berjalan seperti musik, perkusi, bengkel, kerajinan tangan, serta membatik.

Ketua program pelatihan, Wahyuddin menerangkan, pelatihan untuk ABK ini fokus pekerjaan perbengkelan antara lain, cuci motor, tambal ban, servis, dan ganti spare part. Cuci motor merupakan program kerja yang menjadi fokus utama program ini.

Target pelatihan adalah memberi layanan jasa cuci motor secara langsung kepada masyarakat umum, sehingga siswa mampu merasakan terjun langsung di dunia kerja dan dapat meningkatkan kemandirian ekonominya di masa mendatang.

Sebelum dilakukan pelatihan, ABK di SMALB YPAC Surakarta masih kekurangan peralatan cuci motor. Oleh sebab itu, tim PKM UMS memberikan alat-alat cuci motor kepada YPAC agar pelatihan ABK bisa maksimal sehingga siswa juga lebih mudah dalam menjalankan praktiknya. Materi dan praktik yang diberikan pada pelatihan tersebut, pertama, melengkapi peralatan cuci motor di bengkel SMALB YPAC Solo terutama hidrolis tanam.

Kedua, melakukan promosi dengan membuat flyer dan spanduk. Ketiga, melakukan pelatihan akuntansi sederhana untuk siswa didampingi oleh guru dan wali murid, sehingga keberlangsungan usaha tetap terjaga.

”Hasil dari pelatihan tersebut difokuskan pada peningkatan keterampilan dengan tujuan agar pada saat lulus sekolah, ABK mampu bersaing dalam pencarian pekerjaan atau membuat lapangan pekerjaan sendiri. Hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemandirian dalam menghasilkan sumber daya ekonomi,” tambah Wahyuddin.

Selain pelatihan, pada hari itu juga turut dilaksanakan launching tempat cuci motor  yang diberi nama “DIFA” SMALB YPAC. Wahyudin menerangkan bahwa ABK tetap memiliki hak memperoleh pendidikan dan pelatihan, sekaligus memiliki kesempatan bekerja.

“Masalahnya, hingga sekarang, kondisi ABK kurang mendapatkan perhatian. Sehingga   dengan pelatihan wira usaha ini diharapkan bisa membantu mereka,” ungkap Wahyudin dalam keterangan pers tertulis, Selasa (6/8/2019).

Diterangkan Wahyudin, biasanya, siswa lebih memiliki ketertarikan yang lebih tinggi terhadap kegiatan keterampilan dibandingkan dengan ilmu pengetahuan dasar. Sekolah Luar Biasa sebagai salah satu wadah pelatihan keterampilan anak, sebaiknya memberikan pelatihan-pelatihan yang baik dan sesuai untuk siswanya.

Terkait dana dari PKM Ini, Wahyudin menerangkan, berasal dari dari Kemenristek Dikti melalui LPPM UMS. Kemenristek Dikti sebagai kementrian dengan visi terwujudnya pendidikan tinggi yang bermutu serta kemampuan iptek dan inovasi untuk mendukung daya saing bangsa pada tahun ini memberikan dana hibah kepada para pendidik tingkat Universitas/dosen untuk berperan dalam kegiatan pengabdian masyarakat dengan program PKM (Program Kemitraan Masyarakat).

“Program tersebut dilaksanakan dalam kurun waktu kurang lebih satu tahun dengan menggandeng mitra pengabdian masyarakat,” tandas Wahyudin. (*)