Visual dan Makna Logo Muktamar Aisyiyah Ke-48

Pujoko02/08/2019

Visual dan Makna Logo Muktamar Aisyiyah Ke-48

Pujoko02/08/2019
Logo Muktamar Aisyiyah 48

Reporter: Pujoko
MENTARI.NEWS, SOLO – Kota Solo akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Muktamar Muhammadiyah ke-38 serta Muktamar Aisyiyah juga yang ke -48 pada tanggal 10-14 Dulqa’dah 1441 H atau 1-5 Juli 2020 mendatang.

Sejalan dengan itu, panitia Muktamar telah menggelar soft launching Muktamar Muhammadiyah dan Muktamar Aisyiyah tahun 2020 mendatang pada Rabu 931/7/2019).

Salah satu acara dalam peresmian awal (soft launching) tersebut adalah peresmian logo Muktamar Muhammadiyah ke-48 serta Logo Muktamar Aisyiyah juga ke-48.

Lalu seperti apa logo Muktamar Aisyiyah ke-48, Ketua Panitia Pemilih Muktamar Muhammadiyah ke-48 dalam konferensi pers Soft Launching Muktamar Muhammadiyah ke-48, Dahlan Rais menerangkan makna dan filosofi logo Muktamar Aisyiyah.

“Logo Aisyiyah berbeda dengan Muhammadiyah, Aisyiyah berusaha menggali budaya setempat,” ujar Dahlan Rais.

Yang dimaksud budaya setempat yang dikatakan Dahlan Rais adalah logo Muktamar Aisyiyah yang didominasi visual batik Truntum yang diciptakan Permaisuri Sunan Paku Buwono III, Kanjeng Ratu Kencana.

Batik Truntum menjadi satu dari tujuh motif batik Solo yang sangat memukau. Secara etimologi, truntum berasal dari isitlah taruntum–tuntum (bahasa Jawa) artinya tumbuh lagi. Taruntum memiliki arti senantiasa bersemi dan semarak lagi.

Batik truntum memiliki pola yang halus dan sederhana dengan rmotif taburan bunga-bunga abstrak kecil menyerupai kuntum bunga melati. Kadang berbentuk bintang bertaburan di langit.

 

“Biasanya batik jenis truntum ini dipakai oleh pengantin perempuan dalam acara midodareni, dipakai juga pada acara panggih,” kata Dahlan Rais.

Motif Batik Truntum memiliki makna kasih sayang, penuntun. Makna lainnya adalah sebagai panutan, seperti gerakan dakwah Aisyiyah yang melintas zaman yang telah melahirkan wanita berkemajuan yang mencerahkan peradaban bangsa.

Bentuk visualisasi yang juga hadir dalam logo Aisyiyah ini adalah Bengawan Solo. Kehadiran visual Bengawan Solo menjadi simbol dari Kota Solo sebagai tempat penyelenggaraan Muktamar Aisyiyah ke-48 tahun 2020 nanti.

Sifat air yang selalu mengalir ke tempat rendah analog dengan sikap rendah hati pada manusia. Air selalu ingin berguna bagi makhluk hidup yang ada di bawahnya.

Ibarat pemimpin, air adalah pemimpin yang melayani. Jika ia berada di posisi teratas, maka ia akan menjadi pelayan bagi orang-orang yang membutuhkan di bawahnya. Air identik dengan sumber kehidupan, sumber inspirasi yang selalu mengalir bagaikan gerakan dakwah Aisyiyah yang melintas batas.

“Ikon Batik Trumtum serta Bengawan Solo dihadirkan dalam warna kuning-orange menggambarkan kehangatan, kecerdasan, semangat dan intelektual,” terang Dahlan Rais.

Visual lainnya yang hadir pada logo Muktamar Aisyiyah ke-48 adalah sang surya/bunga matahari dengan sinar yang berwarna biru yang diambil dari dasar logo Aisyiyah yang memiliki makna dakwah yang mencerahkan.

Visualisasi bunga matahari tersebut dimodifikasi dengan salah satu ornament/elemen dari Gedung Siti Walidah UMS yang menggambarkan tempat digelarnya Muktamar Aisyiyah ke-48.

“Jadi dari dua logo yang ada ini yang menampilkan gedung Siti Walidah UMS itu justru (logo) Aisyiyah,” kata Ketua BPH UMS tersebut.

Visualisasi penulisan logo Muktamar Aisyiyah ke-48 ditampilkan dengan 3 jenis huruf (tipografi) yaitu Gotham Bold serta Gotham Book serta Italic dengan dua warna yaitu biru yang dikombinasi hijau muda.

Perpaduan tipografi dan warna huruf yang digunakan tersebut menghadirkan kesan kokoh yang fleksibel atau luwes.

Menariknya, penulisan logo Muktamar Aisyiyah ke-48 menggunakan huruf kecil semua atau (lowercase) yang bermakna kesetaraan dan kelembutan.

Tema Muktamar Aisyiyah ke-48 juga dihadirkan pada logo, ‘Perempuan Berkemajuan Mencerahkan Peradaban Bangsa’ yang tertulis miring menggunakan tipografi times new roman selang-seling antara warna biru muda dan hijau muda pada 5 kata pada tema tersebut.

Demikian penjelasakan mengenai Logo Muktamar Aisyiyah ke-48 yang juga akan berlangsung di Surakarta pada 1-5 Juli 2020 mendatang.