AMSI Jateng-Ditjen Kemkominfo RI Gelar Pelatihan Cek Fakta bagi Jurnalis

AMSI Jateng-Ditjen Kemkominfo RI Gelar Pelatihan Cek Fakta bagi Jurnalis

Pelatihan Cek Fakta
Reporter:Rani Setianingrum & Pujoko
MENTARI.NEWS,SOLO– Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jawa Tengah menggandeng Direktorat Informasi dan Komunikasi Publik Kementrian Komunikasi dan Informasi (Ditjen IPK Kemkominko RI) menyelenggarakan Pelatihan Cek Fakta bagi jurnalis Jawa Tengah. Pelatihan Cek Fakta diikuti 50 wartawan umum dan kampus di Aula Monumen Pers Surakarta, Kamis (12/9/2019).

Menurut Dirjen Kemkominfo, Widodo Muktiyo mengatakan situasi masyarakat saat ini lebih kompleks karena media bukan hanya konvensional tetapi juga media modern. Tantangannya datang dari diri sendiri. Sehingga harus dapat melawan hawa nafsu untuk menuliskan sesuatu yang nantinya menjadi hoaks.
“Susah mana cek fakta sekarang dengan cek fakta masa lalu? Mestinya susah yang lama. Dulu ada citizen journalisme sekarang semua jadi jurnalis. Susah mana? Sekarang tantangan melawan hawa nafsu. Tangan kita sudah nafsu untuk copy paste itu yang menjadi hoaks. Realitas semacam ini yang sebenarnya  jadi tantangan,” kata Widodo Muktiyo dalam sambutannya.
Sehingga untuk menanggulangi meluasnya hoaks di masyarakat diperlukan kecerdasan dari jurnalis untuk mengolah dan melakukan pengecekan fakta suatu berita. “Kita mengajak berfikir jernih karena media yang saat ini berkembang di tengah masyarakat tidak hanya konvensional namun juga media sosial,” lanjutnya.
Menurut data yang dimiliki KemKominfo dari 47.000 media online yang ada di Indonesia hanya 2.400 media yang terdaftar. “Artinya apa? Inilah tantangan zaman saat ini bukan dari jajahan negara asing tetapi penjajahan informasi yang dapat datang dari luar maupun dalam negeri,” terang Widodo.
Untuk itu dia menekankan perlunya kecerdasan tambahan untuk mengecek fakta dengan tetap menjunjung tinggi kode etik, kebenaran dan kepercayaan. “Karena saat ini kepercayaan masyarakat terhadap produk jurnalistik meningkat dibanding sebaran berita di whatsapp dan lain sebagainya,” tutup Widodo.

Sementara Ketua AMSI Jateng, Suwarmin, menjelaskan pelatihan cek fakta bagi jurnalis sangat penting dilakukan di era Internet of Things. Dia berharap pelatihan ini bisa membantu masyarakat mengonsumsi berita.

“Sehingga mempengaruhi proses kurasi berita oleh masyarakat,” terang Suwarmin.

Kepala Monumen Pers Nasional, Widodo Hastjaryo, menyampaikan keprihatinannya terhadap persebaran hoaks di Indonesia. “Kita baru saja kehilangan salah satu putra terbaik bangsa dengan meninggalnya BJ Habibie. Beliau baru meninggal kemarin. Tapi, berita soal kematian beliau sudah ada sejak beberapa hari lalu,” terang Widodo Hastjaryo.

Daftar peserta Pelatihan Cek Fakta Kominfo – AMSI Jateng:

  1. Chelin Indra Susmita (Jeda.id)
  2. Rini Yustiningsih (Solopos.com)
  3. Ginanjar (Madiunpos.com)
  4. Ahmad Baihaqi (Semarangpos.com)
  5. Adib M Asfar (Jeda.id)
  6. Suwarmin (Solopos.com)
  7. Pujoko (Mentari.news)
  8. Rani Setianingrum (Mentari.news)
  9. Adrian (Solotrust.com)
  10. Nasution (Solotrust.com)
  11. Asep Abdullah Rowi (Solo.Tribunnews.com)
  12. Maria Novena Cahyaning Tyas (Solo.Tribunnews.com)
  13. Silvester Kurniawan (Radar Solo)
  14. Annisavira Pratiwi (pabelan-online.com)
  15. Inayah Nurfadilah (pabelan-online.com)
  16. Elya (Beritajateng.net)
  17. Stive Ari (Beritajateng.net)
  18. Nurkholis (Beritajateng.net)
  19. Huriyanto (Tepianindonesia.com)
  20. Daniel Ari Purnomo (Tribun Jateng)
  21. Ida Fitriyah (Inibaru.id)
  22. Zulfa Anisah (Inibaru.id)
  23. Aris Syaefudin (sigijateng.id)
  24. Rifky Akbar (sigijateng.id)
  25. 25.Achmad Khalik (timlo.net)
  26. Setyo Puji (timlo.net)
  27. Ricky (jatengtoday.com)
  28. Baihaqi (jatengtoday.com)
  29. Dian Utoro Aji (murianews.com)
  30. Anggara Jiwandhana (murianews.com) (*)