APERSI: Program Satu Juta Rumah Sulit Terwujud

APERSI: Program Satu Juta Rumah Sulit Terwujud

APERSI Jateng

Reporter:  Rani Setianingrum
MENTARI.NEWS,SOLO-Program Satu Juta Rumah (PSR) bagi MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) 2019 sulit terwujud.

Pasalnya tahun 2019 pemerintah hanya menyediakan kuota sebanyak 160.000 unit, yang diperkirakan dalam bulan September ini kuota yang ada di semua bank pelaksana akan habis.

“Padahal posisi stok unit rumah MBR yang disediakan developer nasional saat ini telah mencapai 98.000 unit akan terhenti dan tidak dapat terjadi akad jual beli, sehingga banyak pengembang perumahan yang terancam gulung tikar karena kesulitan membayar konstruksi yang telah terbangun dan kewajiban kredit konstruksi yang bunganya terus berjalan,” kata ketua DPD Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) Jawa Tengah, Bayu Rama Djati saat pembukaan Rakerda dan diklat APERSI Jateng dan DIY, Selasa (3/8/2019) di Sunan Hotel.

Untuk ketersediaan kuota pada 2018 lalu PSR per 31 Desember tercatat mencapai 1.132.621 unit alias melebihi target, untuk pertama kalinya jumlah pembangunan rumah di Indonesia dapat menembus satu juta unit rumah.

“Target ini dapat tercapai dimana hampir 30 % berasal dari subsidi KPR dengan skema FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) yang sekitar 280.000 unit,” terang Bayu.

Sedangkan untuk tahun 2020 depan pemerintah hanya akan mengalokasikan kuota rumah subsidi sebesar 110.000 unit.

“Kuota ini akan segera habis digunakan oleh sisa stok unit rumah yang telah disediakan para developer pada tahun 2019 ini. Meskipun tahun ini pemerintah telah menambah dengan skema KPR BP2BT (Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan) yang sumber dananya berasal dari bantuan World bank,” lanjut Bayu

Meski demikian Bayu beranggapan jika kuota yang disediakan hanya 14.000 unit nasional tersebut masih sangat kurang untuk memenuhi kebutuhan rumah MBR tahun ini, bahkan tahun 2020 depan.

“Pengembang rumah menengah ke bawah akan semakin berat menjalankan roda usahanya. Sehingga akan sulit bagi developer dapat mendukung tercapainya PSR di tahun 2019 dan 2020 seperti tahun lalu,” kata Bayu. (*)