Dosen UMS: Agar Dapat Bersaing, Esemka Harus Punya Mesin dan Segmen Sendiri

Dosen UMS: Agar Dapat Bersaing, Esemka Harus Punya Mesin dan Segmen Sendiri

Pabrik Esemka

Reporter: Rani Setianingrum
MENTARI.NEWS,SUKOHARJO-Jumat 6/9/2019) pabrik mobil dalam negeri Esemka. Pabrik yang berada di Kabupaten Boyolali. Pabrik Esemka telah memproduksi dua mobil Bima Esemka tipe 1.2 dan 1.3 yang siap bersaing dengan mobil luar negeri yang sebelumnya sudah mendominasi pasar Indonesia.

Lantas bagaimana peluang Esemka Bima ini jika dibandingkan dengan mobil sejenis yang sudah lebih dulu memasuki pasar Indonesia? Anton Agus Setyawan, Fakultas Ilmu Bisnis (FIB), UMS kepada mentari.news mengatakan peluncuran ESEMKA perlu ditanggapi positif.

“Ini adalah awal dari pembangunan industri otomotif nasional meskipun sekarang baru bisa asembling atau merakit,” kata Anton. Ia berharap kedepannya akan ada inovasi sehingga hasilnya adalah mobil nasional yang 100 persen diciptakan dan dibuat sendiri oleh anak bangsa.

 

Bentuk mobil Esemka yang diproduksi di pabrik Esemka di Boyolali. (Setpres)

Lebih lanjut Anton mengatakan, tantangan yang dihadapi oleh mobil Esemka selain harus dapat jeli dalam pemasaran juga harus dapat menciptakan mobil yang benar-benar produk lokal agar nantinya tidak jauh tertinggal.

“Tantangan yang pertama harus bisa memproduksi meain mobil original yang diproduksi oleh pabrik itu sendiri atau produksi lokal. Kemudian juga pilihan segmennya cari yang belum dikuasai oleh merk lain misalnya mobil niaga untuk pertanian,” papar Anton.

Apabila hal tersebut mampu dilakukan, maka Anton yakin Esemka akan mamou bersaing dengan kobil produk luar, “Bisa bersaing tentu namun dengan catatan mampu mengembangkan mesin dan deaain sendiri.” (*)