HPP Diatas Harga Jual Sebabkan Peternak Ayam Tutup

HPP Diatas Harga Jual Sebabkan Peternak Ayam Tutup

Penjualan ayam hidup
Reporter Rani Setianingrum
MENTARI.NEWS,SOLO– Akibat iklim usaha yang tidak mendukung, perusahaan peternakan terpaksa menghentikan operasinal. Hal tersebut dilakukan bukan tanpa sebab, harga pokok produksi (HPP) yang berada di atas harga jual ayam hidup disinyalir memberatkan para peternak.

Diketahui sejak September 2018, harga ayam hidup selalu berada di bawah HPP sehingga para peternak terus mengalami kerugian. Salah seorang peternak di Soloraya, Surono kepada wartawan, Kamis (5/9) mengatakan perusahaan peternakan yang masih mau memelihara ayam adalah peternakan yang masih mendapatkan kepercayaan dari perusahaan produsen pakan ayam.
“Banyak yang sudah tutup. Umumnya anak perusahaan. Kemungkinan sudah ada 10 perusahaan. Kalau satu cabang rata-rata ada 15 orang karyawan. Kalau 10 perusahaan tutup setidaknya ada 100-150 orang karyawan yang dihentikan.
Sedangkan untuk saat ini ia mengaku belum ada perubahan signifikan. Pada Minggu (1/9), harga ayam hidup dari peternak sekitar Rp9.500/kg. Kemudian pada Rabu (4/9), harga sekitar Rp10.000-Rp11.000/kg. “Kalau hari ini belum deal, harapannya bisa Rp11.000-Rp12.000/kg,” kata dia, Kamis (5/9).
Untuk HPP dari panen pekan ini sekitar Rp17.000/kg. Dengan begitu peternak termasuk dirinya masih mengalami rugi yang cukup banyak. “Rugi antara Rp5.000-Rp6.000/kg,” keluhnya.
Sementara itu, Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Indonesia, Jawa Tengah, Parjuni, mengatakan sebelumnya  ada beberapa tuntutan dari para peternak kepada pemerintah.
Di antaranya menaikkan harga ayam hidup setidaknya sesuai HPP, menuntut diterbitkannya Perpres untuk penataan iklim usaha perunggasan nasional yang prokeadilan dan peternak rakyat mandiri, adanya perlindungan dan segmentasi pasar ayam segar untuk peternak rakyat mandiri. Menuntut pembenahan hilirisasi usaha perunggasan serta pembubaran Tim Analisa Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan. (*)