KPwBI Solo Waspadai Besarnya Laju Inflasi

KPwBI Solo Waspadai Besarnya Laju Inflasi

Bambang Pramono

Reporter: Rani Setianingrum
MENTARI.NEWS,SOLO-Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Solo mewaspadai tingginya laju inflasi Kota Solo selama periode 2019 dengan melakukan berbagai terobosan.

Diantaranya berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat, distributor, pengembangan budidaya cabai di sejumlah daerah hingga operasi pasar.

Bahkan operasi pasar yang dilakukan belum ini, diklaim cukup berhasil menekan harga jual cabai di pasaran. Jika sebelumnya harga komoditas cabai sempat mencapai angka Rp 75.000- Rp 80.000/kilogram, sekarang berangsur turun menjadi Rp 55.000-Rp 60.000/kilogram.

“Selama periode Agustus, tekanan laju inflasi juga turun. Bahkan berdasarkan data mengalami deflasi diangka 0,16 persen,” kata Kepala KPwBI Solo, Bambang Pramono kepada wartawan, saat ditemui di kantornya, Selasa (10/9).

Berbagai upaya yang dilakukan untuk menekan laju inflasi tersebut bukan tanpa sebab mengingat capaian  inflasi Kota Solo hingga saat ini tercatat sudah melebihi dari tahun sebelumnya.

“Secara year on year (yoy), inflasi Kota Solo pada periode Agustus sebesar 3,09 persen. Angka tersebut lebih tinggi jika dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar 2,45 persen,” lanjutnya memaparkan.

Ketika ditanya mengenai penyebab tingginya laju inflasi itu, Bambang mengatakan sejumlah faktor dapat menjadi penyebab, terutama berasal kelompok volatile food.

“Apalagi adanya fenomena elnino, mengakibatkan musim kemarau tahun ini lebih panjang dari biasanya. Sehingga mengakibatkan banyak petani yang gagal panen, dan hasil produksi pertanian tidak maksimal,” terang Bambang. (*)