Materi Pidato Anies Baswedan dalam Pendidikan Karakter dan Latihan Bersama Tapak Suci

Pujoko02/09/2019

Materi Pidato Anies Baswedan dalam Pendidikan Karakter dan Latihan Bersama Tapak Suci

Pujoko02/09/2019
Anies Baswedan

Reporter: Pujoko
MENTARI.NEWS, SOLO– Kegiatan Pendidikan Karakter dan Latihan Bersama Tapak Suci sebagai bagian dari Kejuaraan Dunia Tapak Suci yang pertama tahun 2019 di lapangan Sriwedari Solo, Minggu (1/9/2019) menghadirkan Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan yang datang dengan kapasitas sebagai Anggota Kehormatan Tapak Suci Putera Muhammadiyah. Apa saja yang disampaikan Mantan Rektor Universitas Paramadina Jakarta tersebut, berikut

Tapak suci membuat sejarah baru hari  ini dimulai kejuaraan pencak silat dunia yang pertama kalinya.

Saudara-saudara yang berada di tempat ini harus sadar bahwa anda sedang membuat sejarah.

Biasanya kita membaca sejarah. Yang hari ini terjadi anda sedang membuat sejarah baru bagi Tapak Suci.

Sesuatu yang pertama tidak bisa dibuat 2 kali. Ini pertama dan itu hanya sekali, ya saat ini. Kejuaraan berikutnya bukan yang pertama.

Dan apa yang terjadi hari-hari kedepan akan sangat menentukan perjalanan kejuaraan dunia Tapak Suci

Beberapa waktu lalu teman-teman pengurus pusat Tapak Suci Putera Muhammadiyah sempat silaturahmi di Balai Kota Jakarta dan menceritakan rencana ini.

Maka izinkan saya menyampaikan dalam kesempatan ini

Tentang pentingnya kita lewat kejuaraan dunia Tapak Suci menjaga penumbuhan karakter yang membuat sebuah perguruan persilatan seperti Tapak Suci menjadi unik. menjadi menarik bukan saja karena kemampuan fisik dalam artian bela diri, tapi justru hari ini yang dibutuhkan adalah bagaimana karakter itu tumbuh dan berkembang

Saya sering menggaris bawahi kita perlu mengantisipasi masa depan apalagi Tapak suci sebagai Putera Muhammadiyah memiliki orientasi menumbuhkan kader terbaik untuk bisa menjadi kebanggaan umat dan bangsa.

Karena itu penumbuhan karakter jadi penting sekali. Saya selalu gunakan istilah penumbuhan karakter. Karena karakter sesungguhnya bukan dibentuk tapi karakter itu ditumbuhkan.Tapak suci harus jadi wahana penumbuhan karakter itu bukan dibentuk atau pembentuk. Tapi ditumbuhkan. Bayangkan seperti bibit tanaman, itulah anak-anak kita. mereka seperti bibit. Bila bibit yang unggul bila ditempatkan di tanah subur dan mendapat iklim sehat, maka bibit baik akan bisa tumbuh berkembang dan akhirnya bisa jadi pohon yang memberikan manfaat.

Proses pertumbuhan harus terjadi. bibit berkembang di rumah dan lingkungan. Dan Tapak Suci jadi wahana tempat bibit itu tumbuh. Karena itu penting sekali bagi wahana ini bisa menumbuhkan suasana sehat agar bibit ini bisa tumbuh dengan baik.

Apa persyaratan untuk bibit bisa tumbuh? Yang kita butuhkan kedepan adalah orang-orang yang memiliki nomer 1 akhlak, nomer 1 itukarakter. Tanpa ada karakter yang baik urusan yang lain selesai. Dulu, karakter dikompromikan masih bisa. Hari ini tidak bisa. Bahkan sekarang, kalau Anda masuk dunia usaha, bila catatan keuangan tidak rapi, maka Anda sekarang tidak akan bisa mendapat investor, tidak akan mendapat modal. Mengapa? karena catatan keuangan tidak rapi.

Kekuatan ada pada karakter dan salah satu unsur utamanya adalah integritas. Karena itu kalau bicara karakter saya berharap salah satu karakter yang ditumbuhkan adalah integritas. Tapi karakter ini tidak hanya satu, ada satu soal akhlak moral yang satu karakter soal kinerja. Kita ingin jujur, berintegritas, memiliki sifat rendah hati, tapi jangan diiringi sifat malas, kerja tak tuntas. Kita ingin di satu sisi jujur, di satu memiliki rendah hati, disisi lain kerja keras, kerja tuntas. Itulah contoh dari  karakter yang hendak kita bangun bersama-sama.

Saya berharap perguruan Tapak Suci jadi tempat munculnya pribadi-pribadi dengan karakter seperti itu.

Kedua, tumbuhkan kemampuan berfikir kritis. Pemilik masa depan adalah mereka-mereka yang mampu berfikir kritis, mampu berfikir kreatif, mampu berkomunikasi dengan baik dan mampu melakukan kolaborasi. 4 K, kritis, kreatif, komunikatif dan kolaborasi.

Semua yang dilakukan ditempat ini, mensaratkan kemampuan kerjasama. Semua yang tumbuh di Tapak Suci pasti dilatih memiliki kemampuan kerjasama. Tambahkan dengan kemampuan berfikir kritis dan kreatif.

Anak-anak kita di masa depan akan berhadapan dengan tantangan berbeda. HP yang kita miliki adalah alat komunikasi. Tetapi yang membuat bahan komunikasi itu terjadi adalah mereka yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.  Yang membuat isi HP itu beredar adalah orang-orang yang kreatif. Tanpa ada orang yang kreatif, isi HP itu tidak beredar. Yang membuat beredar adalah kemampuan kreatifitas. Karena itu, pastikan tumbuh kreatifitas di anak-anak kita.

Saya berharap perguruan ini memberi ruang yang cukup untuk kreatifitas. Begitu pula dengan kritis. kritis nampaknya sederhana. Tapi perhatikan, apa sebabnya di dunia maya begitu banyak kabar bohong, begitu banyak informasi tidak akurat. Syarat untuk kabar bohong beredar adalah tiadanya kemampuan berfikir kritis. ingin kabar bohong tidak ada, pemikiran harus kritis.

Kalau anda memiliki kemampuan berfikir kritis begitu ada informasi, dan informasi itu tidak masuk akal, langsung informasi itu berhenti disitu. Tetapi karena kemampuan berfikir kritis itu rendah, maka suburlah produksi informasi penuh kebohongan.

Kalau anda ingin informasi penuh kebohongan itu hilang, maka syaratnya tumbuh kemampuan berfikir kritis. Karena dihadapan orang berfikir kritis, informasi yang tidak masuk akal langsung berhenti.

Saya yakin tradisi yang ada di Tapak Suci sebagai Putera Muhammadiyah adalah tradisi berfikir kritis. Karen ini yang tumbuh puluhan tahun. berfikir kritis kunci sekali. Begitu kita berfikir Kritis kita mampu mengembangkan semua potensi.

Dunia yang bangsanya maju, mereka umumnya memiliki kemampuan berfikir kritis yang baik.

Berikutnya, yang tidak kalah penting adalah perluasan wawasan. Saya berharap perguruan ini memberi tempat yang cukup untuk perluasan wawasan. Jangan sampai anak-anak yang belajar ini, wawasannya terbatas. Wawasan itu kalau bahasa terkini kita sebut literasi. Kemampuan untuk mengetahi hal yang banyak dan itu artinya bacaannya diperluas. Saya berharap di Tapak Suci ini ada tanggung jawab yang diberikan kepada anak-anak kita untuk memperluas bacaan.

Hari ini anak-anak kita, generasi muda kita, punya minat baca tapi belum tentu punya daya baca. Minat baca itu apa, ingin membaca. Lihat saja, baru bangun tidur langsung buka HP, baca WA. Minat baca tinggi tapi buka WA. Itu beda dengan daya baca. Daya baca itu kemampuan mengenyam bacaan-bacaan dalam dan panjang sehingga reflektif.

Tapi kalau hanya minat baca maka kita bisa saja seperti scanner. Manusia tidak membaca hari ini, manusia scanning hari ini. Informasi di scanning saja terus sehingga refleksi tidak ada. Proses refleksi terhadap informasi tidak ada. Imajinasi tidak tumbuh karena kita sekedar scanning.

 

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan memberi arahan dalam Pendidikan Karakter dan Latihan Bersama Tapak Suci di Lapangan Sriwedari, Minggu (1/9/2019). (mentari.news)

Karena itu saya berharap di Tapak Suci ditumbuhkan kemampuan untuk membaca dalam arti sesungguhnya dan kalau bisa baca insya Allah bisa menulis, kalau bisa ia akan menceritakan pengalaman selama belajar di Tapak Suci dan bila itu bila dilakukan maka pengalamannya akan melebar ke begitu banyak tempat.

Literasi ini ada komponennya dan saya berharap 6 hal terkait literasi bisa dikembangkan bersama-sama di perguruan Tapak Suci.

Kami berharap di masa akan datang, kita akan mendengar hadirnya pribadi dengan karakter unggul, dengan kompetensi lengkap, dengan kemampuan yang lengkap yang bisa mewarnai perjalanan umat dan bangsa di Indonesia. Dan itu bisa terjadi jika dilakukannya sekarang. Tidak bisa dilakukan mendadak di ujung nanti. dilakukan dari sekarang.

Yang namanya persiapan sifatnya kumulatif. Tidak bisa kejar dalam satu malam. Karena itu proses yang terjadi, mudah-mudahan jadi proses penumbuhan pribadi baru, manusia-manusia baru yang kelak dijamannya akan memberi peran besar bagi umat dan bangsanya.

Saya berharap kejuaraan dunia ini jadi peristiwa tak terlupakan bagi anak-anak kita. Hari ini kita berkumpul 2019. Bayangkan, ketika tahunnya berubah, jadi tahun 2039, artinya 20 tahun dari sekarang. Bayangkan menjadi ketika 2059. Anak-anak hari ini, 20 tahun mendatang, mereka akan berumur 40 dan 60 tahun. Pada masa itu mereka akan menceritakan bagaimana menjadi saksi kejuaraan dunia yang dimulai 2019 di lapangan Sriwedari ini.

Itu artinya pengalaman menular lintas generasi, lintas waktu. Saya berharap, kejuaraan ini nantinya bukan hanya juara di laga pertandingan silatnya, tapi juga TS menjadi juara karena menghasilkan pribadi berkarakter sesuai abad 21. (*)