Raih Poin dan Medali Terbanyak, PIMWIL Jawa Timur Juara Umum Kejuaraan Dunia Tapak Suci I Tahun 2019

Pujoko05/09/2019

Raih Poin dan Medali Terbanyak, PIMWIL Jawa Timur Juara Umum Kejuaraan Dunia Tapak Suci I Tahun 2019

Pujoko05/09/2019
Tapak Suci

Reporter: Pujoko
MENTARI.NEWS, SOLO – Kontingen PIMWIL Jawa Timur menjadi juara umum Kejuaraan Dunia Tapak Suci I Tahun 2019 yang digelar di GOR Sritex Arena Kota Solo dengan meraih total 18 medali yang terdiri dari 6 medali emas, 10 perak dan 2 perunggu. Raihan poin PIMWIL Jawa Timur sebagai juara umum adalah 1450.

Data yang diperoleh mentari.news dari panitia menyebutkan juara kedua diperoleh PIMWIL DIY dengan capaian poin 1100 dan meraih total 12 medali masing-masing 6 emas, 2 perak dan 4 perunggu. Sementara PIMWIL Jawa Tengah berada di peringkat ketiga dengan raihan poin 950 dan capaian total medali 17 medali yaitu 3 emas, 6 perak dan 8 perunggu.

Sebenarnya, raihan emas Jawa Tengah masih kalah dari PIMWIL Sulawesi Selatan yang mampu meraih 5 emas. Namun Jawa Tengah lebih banyak memperoleh medali perak dan perunggu dimana Sulawesi Selatan tidak memperoleh perak dan meraih 4 perunggu. Sehingga secara poin, Jawa Tengah unggul dari Sulawesi Selatan yang memperoleh nilai 850.

Peringkat lima diraih PIMWIL DKI Jakarta yang memperoleh poin sama dengan Sulawesi Selatan yaitu 850 dengan capaian medali 3 emas, 4 perak dan 8 perunggu.  Dalam kejuaraan ini, 1 raihan medali emas memperoleh 150 poin. Untuk 1 medali perak mendapat 50 poin serta 1 medali perunggu memperoleh 25 poin.

Terkait hasil tersebut, Ketua Panitia Kejuaraan Dunia Tapak Suci Ke-1 Tahun 2019, Wiwaha Aji Santoso mengatakan, kekuatan pencak silat di tanah air termasuk di perguruan silat Tapak Suci cukup merata. Misalnya wilayah Indonesia timur diwakili Sulawesi Selatan dan wilayah barat selain Jawa ada juga Sumatra Selatan.

“Sudah kami prediksi, kekuatan merata. Kalau Timur diwakili Sulawesi Selatan yang juga merupakan kekuatan besar. Di IPSI juga begitu,” ujar Wiwaha.

Sementara itu, untuk raihan PIMWIL Jawa Tengah sendiri, menurut Wiwaha, dalam Kejuaraan Dunii Tapak Suci yang pertama ini menghadirkan pesilat-pesilat yang dipersiapkan di PRAPON Jawa Tengah.

“Catatan untuk Jawa tengah menurunkan pesilat yang nanti akan tampil di PRAPON. Jadi di kejuaraan ini, belum pada peak performance karena memang targetnya belum disini,” tandas Ketua PIMWIL Tapak Suci Jawa Tengah tersebut.

Pada Kejuaraan Dunia Tapak Suci Ke-1 Tahun 2019 ini, mempertandingkan 2 kategori yaitu kategori seni dan tanding (olahraga). Untuk kategori tanding terdiri dari bagian putra mempertandingkan kelas A-J sedang bagian putri kelas A-F.

Sedang untuk kategori seni itu ada 5 tunggal putra putri, ganda putra putri beregu putra putri untuk kategori yang dipakai di IPSI. Sedang yang dipakai di Tapak Suci ada tunggal putra putri tangan kosong, tunggal bersenjata putra putri, ganda putra putri bersenjata, tangan kosong, beregu putra putri tangan kosong, beregu dan trio putra putri.

Kejuaraan Dunia Tapak Suci I Tahun 2019 yang diselenggarakan di GOR Sritex Arena Kota Solo dengan tuan rumah Universitas Muhammadiyah Surakarta yang telah berlangsung sejak tanggal 1 Agustus, Kamis (5/9/2019) secara resmi telah ditutup. (*)