Visa Progresif Umrah dan Haji Tidak Dihapus Tapi Dikurangi

Pujoko10/09/2019

Visa Progresif Umrah dan Haji Tidak Dihapus Tapi Dikurangi

Pujoko10/09/2019
haji

Reporter: Pujoko
MENTARI.NEWS, JAKARTA –  Kabar yang menyebutkan adanya penghapusan visa progresif bagi jamaah umrah akhirnya positif tidak terjadi. Namun yang ada adalah pengurangan tarif visa progresif. Hal itu berdasar pada keputusan terbaru Pemerintah Arab Saudi.

Direktur Pengelolaan Dana Haji Dan Sistem Pengelolaan Haji Terpadu Kementerian Agama RI Maman Saefulloh mengatakan Visa progresif tahun ini masih dikenakan bagi masyarakat yang kembali melakukan ibadah umrah.

“Visa progresif tahun masih dikenakan untuk jamaah yang berangkat kembali,” ujar Maman, seperti diberitakan Kompas.com, Senin (9/9/2019).

Kompas.com mengonfirmasi Maman Saefulloh untuk memperoleh tanggapan adanya informasi beredar bahwa Pemerintah Arab Saudi sudah memutuskan menghapus visa progresif.

Dengan adanya peraturan dari pemerintah Arab Saudi tersebut, Menurut Maman Saefulloh, dapat diartikan visa progresif berlaku bagi jamaah yang telah berhaji atau umrah namun ingin kembali menunaikan ibadah haji serta umrah.

Baca juga: Visa progresif Dihapus

Lalu bagaimaan dengan jemaah yang baru pertama kali melakukan ibadah umrah?

Maman Saefulloh menerangkan biaya visa progresif tidak berlaku bagi jemaah yang baru pertama kali berangkat umrah atau haji.

“(Biaya visa progresif) tidak dikenakan kepada yang baru (pertama kali) berangkat haji atau umrah. Yang dikenakan yang sudah (pernah) berhaji dan umrah,” kata Maman Saefulloh saat dihubungi Kompas.com, Selasa (10/9/2019) pagi.

Ditambahkan Konsul Haji Kantor Urusan Haji (KUH) Konsulat Jenderal RI di Jeddah Endang Djumali, pemerintah Arab Saudi memberlakukan pengurangan biaya visa progresif.

Nilainya dari 2.000 riyal menjadi 300 riyal. Informasi pengurangan biaya visa progresif tersebut didapat Endang Djumali usai berkomunikasi dengan Sekretaris Pribadi Menteri Haji Arab Saudi Majid al Moumeni, penanggungjawab E-Hajj Mr. Farid Mandar, serta Humas Kementerian Haji Dan Umrah Arab Saudi.

“Keputusan terbaru adalah pengurangan nominal visa progresif dari 2000 riyal (sekitar Rp 700 ribu) menjadi 300 riyal bagi mereka yang mengulangi atau berulangkali umrah,” kata Endang Djumali dikutip dari situs resmi Kemenag dan diberitakan Kompas.com, Selasa (10/9/2019).

Ditambahkan Endang Djumali, jemaah yang dikenakan visa progresif didasarkan pada data E-Hajj yang dikeluarkan Arab Saudi.

Sebagai informasi, Arab Saudi memberlakukan visa progresif bagi jemaah umrah sejak 2016. Sementara bagi visa progresif jemaah haji diberlakukan mulai 2018. (*)