Logo-Muktamar-Muhammadiyah.jpg?fit=859%2C1024&ssl=1
17/07/2019

Reporter: Pujoko
MENTARI.NEWS, SOLO – Panitia Muktamar Muhammadiyah ke-48 akan menggelar soft launching (peresmian awal) pada Rabu (31/7/2019) malam di halaman Gedung Induk Siti Walidah Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Among.jpg?fit=1200%2C675&ssl=1
02/07/2019

Reportase: Among Kurnia Ebo*

MENTARI.NEWS, KLATEN – Seharian kemarin saya menemani teman-teman Lazismu dan MPM PC Muhammadyah Babat Lamongan, Jatim, di bawah pimpinan mas Eko Hijrahyanto Erkasi dan Edy Syahputro, yang sedang studi banding model pemberdayaan agribisnis jamaah tani Muhammadyah di desa Gempol, Karanganom, Klaten. Selaku tuan rumah yang dikunjungi untuk studi banding ini adalah Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan PD Muhammadiyah Klaten.

Dahlan-Rais.jpg?fit=1200%2C900&ssl=1
02/07/2019

Reporter: Pujoko

MENTARI.NEWS. SUKOHARJO – Muhammadiyah berkembang luar biasa besar dengan makin tumbuhnya amal usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, dll. Namun dibalik semua itu, ada persoalan koordinasi dan sinkronisasi yang harus dihadapi terus menerus. Dalam beberapa kegiatan yang by design maupun peristiwa force majeur, koordinasi dan sinkronisasi antar bidang dan antar lembaga di Muhammadiyah mampu berjalan secara baik.

“Alhamdulilllah, beberapa (lembaga milik Muhammadiyah) telah berjalan dengan baik (bekerjasama),” kata Ketua Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Dahlan Rais dalam peresmian kerjasama antara Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dengan Majelis Pemberdayaan Masyarakat PP Muhammadiyah serta Lembaga Usaha Kelompok Unggul (LUKU) Petani Muhammadiyah pada Sabtu (26/4/2019) di Gedung Induk Siti Walidah Kampus UMS, Pabelan, Sukoharjo.

Bentuk kerjasama tiga pihak tersebut adalah pembelian beras yang diproduksi LUKU sebagai organisasi binaan MPM PP Muhammadiyah oleh UMS. Beras sehat dari LUKU tersebut akan digunakan memenuhi kebutuhan pangan dosen dan karyawan UMS.

Contoh yang lain, Dahlan Rais menunjuk kerjasama antar lembaga sekaligus antar bidang di Muhammadiyah saat terjadi bencana di Indonesia. Sejumlah lembaga Muhammadiyah pada awalnya bekerja sendiri-sendiri memberi bantuan. Namun lembaga-lembaga tersebut bisa berkoordinasi sehingga mampu bersinergi membantu korban bencana alam.

“Kita semula lembaga penanggulangan bencana itu bekerja sendiri tapi bisa berkoordinasi dengan puluhan rumah sakit, klinik, insya Allah Muhammadiyah paling depan dan berkontribusi paling lengkap karena kehadiran Muhammadiyah tidak hanya dari relawan  yang memiliki kemampuan serba bisa tapi juga memberikan pelayanan yang spesifik karena disana hadir dokter, perawat, psikologi dari PT sehingga bantuan Muhammadiyah terhadap berbagai bencana bisa dibilang sangat lengkap. Sehingga Muhammadiyah memperoleh berbagai pujian dan penghargaan muncul dari luar negeri,” kata Dahlan Rais yang merupakan Ketua BPH UMS tersebut.

Contoh lain yang dikedepankan Dahlan Rais adalah keberadaan Lembaga Amal Zakat Infaq Sodaqoh (LAZIS) Muhammadiyah yang menjelma menjadi lembaga zakat terbesar di Indonesia saat ini. “Sesuatu yang bikin kami terkejut. Ternyata setelah semua potensi dihimpun, disatukan, menjadi kekuatan luar biasa,” kata Dahlan Rais.

Baca juga: JATAM Desa Gempol Karanganom, Klaten

Pada kesempatan tersebut, Dahlan Rais juga menyinggung keterlibatan Muhammadiyah bersama sejumlah lembaga lain yang mampu mengumpulkan dana sebesar Rp 20 miliar dari target Rp 10 miliar untuk membangun rumah sakit di Rohingya. Namun rencana tersebut belum bisa terlaksana karena situasi dan kondisi di Rohingya yang belum seperti diharapkan.

Dahlan Rais kemudian mengingatkan mengenai tema milad Muhammadiyah tahun ini yaitu Ta’awun untuk Negeri yang memiliki keterkaitan dengan kerjasama UMS, MPM PP Muhammadiyah dan LUKU dalam bentuk jual beli beras petani jamaah tani Muhammadiyah Sragen tersebut. Bahwa, Ta’awun untuk Negeri, juga berlaku di internal keluarga besar Muhammadiyah. Termasuk juga ta’awun untuk para petani yang tergabung di LUKU yang siapa tahu bisa jadi alternatif, gagasan bagus, mulia yang perlu didukung bersama.

“Kembali kepada firman allah, … wa ta’awanụ ‘alal-birri wat-taqwā wa la ta’awanụ ‘alal-ismi wal-‘udwani…. Itu harus jadi semangat kita. Ada yang mengumpamakan kalau Muhammadiyah ini bangunan, bagian terpenting itu pondasi berbunyi hidup berdasarkan tauhid. Bangunan ini ditopang 4 pilar utama: 1 pencerahan umat; 2. menggembirakan amal salih; 3. bekerjasama dalam kebajikan; 4 tidak berpolitik praktis. Wa ta’awanu alal birri wat-taqwa. Kalau menerima kebijakan ini, Insya Allah termasuk mengamalkan perintah tadi. Bagaimana saling tolong menolong, bekerjasama karena semua untuk kebaikan perkembangan. Siapa tahu ini jadi potensi ekonomi sangat bagus,” kata Dahlan Rais. (*)

 

Paket-sembako.jpg?fit=1068%2C601&ssl=1
03/06/2019

Reporter: Abim  Salabim
MENTARI.NEWS, KENDAL – Lazismu Weleri bekerja sama dengan Aisyiyah Weleri membagikan sebanyak 2.000 paket sembako pada Minggu (2/6/2019) di halaman kantor Kecamatan Weleri, Kendal. Kado Ramadhan berupa paket sembako ini senilai total Rp 200 juta dengan harga 1 paket sebesar Rp 100.000.

Haedar-Nashir.jpg?fit=1200%2C900&ssl=1
30/05/2019

Reporter: Pujoko
MENTARI.NEWS, SUKOHARJO – Ketua Umum PP Muhammadiyah Dr.H. Haedar Nashir, M.Si  menjadi pembicara dalam Pengajian Ramadhan 1440 H Pimpinan Pusat Muhammadiyah & Universitas Muhammadiyah Surakarta, Sabtu (25/5/2019) di Auditorium Djazman kampus I UMS.

 

Sebelum Ketua Umum PP Muhammadiyah menyampaikan tausiahnya, terlebih dahulu disampaikan pemaparan mengenai perkembangan UMS dalam dua tahun terakhir oleh Rektor UMS, Dr. Sofyan Anif, M.Si.

Setelah Rektor UMS menyampaikan pemaparan, dilanjutkan penjelasan perkembangan pembangunan Edutorium UMS yang berada di kawasan Edupark oleh arsitek Edutorium, M.S Priyono Nugroho, ST., M.T.

Dalam awal tausiahnya Haedar Nashir mengatakan senang dan bangga dengan telah dimulainya pembangunan Edutorium UMS yang akan digunakan untuk Muktamar Muhammadiyah 2020 sekaligus juga menjadi gedung milik UMS.

Berikut isi tausiah Haedar Nashir dalam Pengajian Ramadhan 1444 H Pimpinan Pusat Muhammadiyah & Universitas Muhammadiyah Surakarta tersebut:

Gedung megah, ramah lingkungan, modern dan berkemajuan. Baru melihat saja kita senang, bangga dan saya suka warnanya. Indah. (disambut tepuk tangan peserta pengajian)

Warga Muhammadiyah harus bersyukur bahwa ada banyak Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) memiliki kemajuan luar biasa baik fisik maupun akademik. Kemajuan yang didapat PTM-PTM tersebut merupakan proses perjalanan Muhammadiyah yang terus membangun dan kita merasa kurang terus. Tetapi insya Allah bahwa PTM dan AUM dan berbagai gerak langkah kita sesungguhnya merupakan manifestasi  dakwah amal ma’ruf nahi mungkar kita yang berjalan dalam durasi panjang lewat pergumulan jatuh bangun penuh dinamika. Dan untuk itulah sudah selayaknya warga Muhammadiyah  bersyukur kepada Allah SWT.

Atas nama PP Muhammadiyah saya berterima kasih kepada seluruh penggerak dari majelis, lembaga sampai pimpinan dan warga amal usaha termasuk UMS ini karena atas pengkhidmatan, kerja keras dari mereka itulah Muhammadiyah meraih jejak-jejak  kemajuan yang membanggakan.

Perjalanan kita masih panjang dan perjuangan kita panjang. Khusus membina umat kita, membangun akhlak, dalam makna yang luas membangun peradaban itu masih panjang, masih banyak tantangan, masih perlu terus kita bermujahadah.

Tidak usah jauh-jauh, kalau kita mau merefleksi secara ringan, kita hari ini berpuasa sudah masuk hari ke 20. Dan kalau Allah masih memberi kita usia sampai akhir Ramadhan nanti di Idul Fitri pada 5 Juli, kita bisa menghitung perjalanan usia kita, masing-masing sesuai dengan durasi usia kita, itu sudah berapa puluh kali kita berpuasa Ramadhan dalam perjalanan hidup kita. Tapi rasanya bekas puasa itu hanya itu-itu saja.  Saya juga sering berfikir seperti itu.

Dalam pendekatan sufistik bagi orang yang senang makan, puasa itu siksaaan, Bagi orang yang berilmu, puasa sering juga tidak mudah menghindar dari merasa diri paling pandai, paling diperlukan banyak orang, dst.

Banyak uraian bagaimana kita bermurokabah kepada Allah SWT, muhasabah, mujahadah, sampai pada puncaknya, maqobah Ilaallah, dimana masing-masing ada wushulnya dalam teori sufi, ada jalannya.

Kalau baca kitab Zainudin bin Ali tentang Hidayatul azkiya bagaimana kalau kita ingin wushul ilaallah, kita memperbanyak wirid, dzikir dll yang dalam syair Sunan Bonang yang jadi Tombok Ati itu ada lima hal: baca Alquran dengan artinya, sholat malam dirikanlah, berpuasa, bertemu dengan orang-orang sholeh, dzikir malam sampai lama.

Hal-hal yang kaya gini internalisasinya kaya apa? Sampai-sampai saya merefleksi diri ketika saya marah, rasanya tiap tahun volume marahnya sama saja ketika harus marah, ketika terpancing marah. Tidak mengubah tensi marah jadi dosis kecil. Betapa tidak mudah mengubah temperamen diri atau sering orang sebut sebagai karakter diri. Ya gitu-gitu aja.Tetap.

Imam Al Ghazali sampai mengkategorikan puasa dalam tiga tingkatan. Puasa yang awam, mereka yang hanya bisa puasa dari makan dan pemenuhan biologis saja selebihnya tidak. 2, Puasa yang khusus yang mereka yang puasa panca indera dari berbagai dosa. Nah, jadi puasa hati, bagaimana puasa hati dari perbuatan-perbuatan yang rendahan, kemudian memikirkan dunia secara berlebihan, yang ketiga, memikirkan sesuatu yang selain Allah. Jadi internalisasi tidak gampang. Paling aplikatif bagi kita Muhammadiyah, termasuk para mubalig Muhammadiyah, bagaimana sekarang menebarkan nilai-nilai imsak di tengah dunia medsos yang penuh aura simulakra. Dalam teorinya Jean Baudrillard, jadi simulakra adalah banyak realitas maya yang dikonstruksi yang kita anggap jadi kebenaran. Disitulah respon setiap orang jadi luar biasa di tengah dunia medsos. Lha ini tugas kita.

Kita punya proyeksi, Muhammadiyah itu ingin mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Seperti apa masyarakat islam yng sebenar-benarnya itu?

Saya sempat mengumpulkan naskah Muktamar Muhammadiyah tahun 37. Ada 10 syfat masyarakat Islam sebenar-benarnya. 1 masyarakat yang bertuhan dan beragama. Ini cerdasnya rumusan ini. Masyarakat yang bertuhan dan beragama. Ada banyak yang ingin spiritualis tanpa tuhan dan tanpa agama. Di Barat seperti itu. Seperti yang ditulis John Naismith dalam Megatrend 2000. Berpersaudaraan. Kemudian berakhlak dan beradab. Ada Akhlak dan keadaban, keadaban adalah pantulan dari  akhlak dalam bentuk etika publik. Kemudian berhukum syari, ada nilai-nilai syari yang jadi patokan kita. Berkesejahteraan, masyarakat Islam harus berkesejahteraan, tidak boleh mustadh’afin. Bermusyawarah, Muhammadiyah selalu mempraktikkannya. Lalu berikhsan, ikhsan itu kebajikan yang melampaui. Ke 8, berkemajuan, kemudian 9 berkepimpinan, 10, berketertiban, ada sosial order. Ini bagus tulisan ini. Mungkin UMS bisa mengelaborasi jadi naskah akademik pak Dahlan. Sehingga nanti ketika ditanya masyarakat Islam seperti apa? Saya coba membuka naskah itu ternyata ada walau berbentuk stensilan waktu itu.

Ini jadi amat penting ada banyak rujukan lain  yang kita pakai di Alquran Ali Imron 110, yang kebetulan masuk dalam kumpulan ayat-ayat Al Quran yang banyak dibahas oleh Kyai  Ahmad Dahlan. QS. Ali Imron ayat 114 juga dihubungkan dengan ayat 110. Khaira ummah.

Yang oleh Ibnu Katsir disebut begini, ayat ini berbicara tentang umat Muhammadiyah, umat Nabi Muhammad. Jadi ia sudah tahu kelak akan ada Muhammadiyah. Sesungguhnya mereka adalah umat terbaik. Menurut ibnu Abbas, yang dimaksud disitu, adalah manusia yang paling bermanfaat untuk orang lain. Lalu Ibnu Abbas mengaitkan ini dengan Al Baqarah 143: umat tengahan, yang juga umat adil tetapi dia punya fungsi tugas dan peran yakni menjadi saksi sejarah selalu menggoreskan tinta kebajikan dan kebaikan.

 

Din-Syamsudin.jpg?fit=533%2C261&ssl=1
19/05/2019

Reporter: Pujoko
MENTARI.NEWS, MALANG – Ketua Umum PP Muhammadiyah 2005-2015, Din Syamsudin mengatakan people power atau kekuatan rakyat adalah ekspresi demokrasi yang memperoleh jaminan dari konstitusi.

Pernyataan-sikap-PP-Muhammadiyah-soal-Pemilu.jpeg?fit=715%2C1105&ssl=1
15/04/2019

Reporter: Pujoko
MENTARI.NEWS, JAKARTA – Pemilu serentak 2019 akan digelar Rabu (17/4/2019). Dua ratus juta lebih penduduk Indonesia bakal mengikuti Pemilihan Presiden-Wakil Presiden, Anggota DPD, DPR, DPRD Provinsi serta DPRD Kabupaten/kota dua hari lagi.

PP Muhammadiyah mengeluarkan pernyataan resmi terkait Pemilu 17 April 2019. Dalam pernyataan resmi yang dirilis Senin (15/4/2019), PP Muhammadiyah meminta semua pihak di negeri ini benar-benar mampu menunjukkan kearifan, kedewasaan dan kematangan serta tanggung jawab tinggi dalam menyikapi dan melaksanakan Pemilu 2019.

“Sebagai proses demokratis yang cerdas, berkeadaban, serta berkemajuan disertai jiwa kenegarawanan yang utama,” terang pernyataan resmi PP Muhammadiyah.

PP Muhammadiyah menyampaikan delapan pernyataan sikap organisasi yang tertera dengan nomor 130/PER/1.0/M/2019).

Pernyataan pertama PP Muhammadiyah tersebut menerangkan PP Muhammadiyah mendukung sepenuhnya pelaksanaan Pemilihan Umum 17 April 2019 yang benar-benar terselenggara secara langsung, umum, bebas dan rahasia, jujur, dan adil yang menjadi komitmen seluruh komponen dan kekuatan nasionl.

Dan berikut delapan pernyataan resmi PP Muhammadiyah terkait Pemilu 2019 dua hari lagi. 

DSC7453.jpg?fit=1200%2C680&ssl=1
14/04/2019

Reporter: Novia Tri Astuti
MENTARI.NEWS, SUKOHARJO –  Koordinator Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Universitas Muhammadiyah Surakarta menggelar diskusi publik sebagai isi grand closing milad IMM ke 55 Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. Diskusi Publik  bertema Membangkitkan Nalar Kritis Mahasiswa di Era Milenial pada Sabtu (13/4/2019) di Auditorium Moh. Djazman kampus I UMS.