Din-Syamsudin.jpg?fit=533%2C261&ssl=1
19/05/2019

Reporter: Pujoko
MENTARI.NEWS, MALANG – Ketua Umum PP Muhammadiyah 2005-2015, Din Syamsudin mengatakan people power atau kekuatan rakyat adalah ekspresi demokrasi yang memperoleh jaminan dari konstitusi.

Pernyataan-sikap-PP-Muhammadiyah-soal-Pemilu.jpeg?fit=715%2C1105&ssl=1
15/04/2019

Reporter: Pujoko
MENTARI.NEWS, JAKARTA – Pemilu serentak 2019 akan digelar Rabu (17/4/2019). Dua ratus juta lebih penduduk Indonesia bakal mengikuti Pemilihan Presiden-Wakil Presiden, Anggota DPD, DPR, DPRD Provinsi serta DPRD Kabupaten/kota dua hari lagi.

PP Muhammadiyah mengeluarkan pernyataan resmi terkait Pemilu 17 April 2019. Dalam pernyataan resmi yang dirilis Senin (15/4/2019), PP Muhammadiyah meminta semua pihak di negeri ini benar-benar mampu menunjukkan kearifan, kedewasaan dan kematangan serta tanggung jawab tinggi dalam menyikapi dan melaksanakan Pemilu 2019.

“Sebagai proses demokratis yang cerdas, berkeadaban, serta berkemajuan disertai jiwa kenegarawanan yang utama,” terang pernyataan resmi PP Muhammadiyah.

PP Muhammadiyah menyampaikan delapan pernyataan sikap organisasi yang tertera dengan nomor 130/PER/1.0/M/2019).

Pernyataan pertama PP Muhammadiyah tersebut menerangkan PP Muhammadiyah mendukung sepenuhnya pelaksanaan Pemilihan Umum 17 April 2019 yang benar-benar terselenggara secara langsung, umum, bebas dan rahasia, jujur, dan adil yang menjadi komitmen seluruh komponen dan kekuatan nasionl.

Dan berikut delapan pernyataan resmi PP Muhammadiyah terkait Pemilu 2019 dua hari lagi. 

DSC7453.jpg?fit=1200%2C680&ssl=1
14/04/2019

Reporter: Novia Tri Astuti
MENTARI.NEWS, SUKOHARJO –  Koordinator Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Universitas Muhammadiyah Surakarta menggelar diskusi publik sebagai isi grand closing milad IMM ke 55 Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. Diskusi Publik  bertema Membangkitkan Nalar Kritis Mahasiswa di Era Milenial pada Sabtu (13/4/2019) di Auditorium Moh. Djazman kampus I UMS.

WhatsApp-Image-2019-03-11-at-10.10.21-AM.jpeg?fit=1200%2C900&ssl=1
13/03/2019

Reporter: Pujoko
MENTARI.NEWS, SUKOHARJO–Revolusi industri 4.0 seakan tidak bisa dihambat perkembangannya mempengaruhi segala aspek kehidupan di muka bumi. Tak terkecuali di Indonesia yang diharapkan, mau tidak mau harus mengikuti revolusi industri yang dimulai dari Jerman itu.

Muhammadiyah yang menjadi bagian dari Indonesia pun harus menghadapi peradaban baru ini. With no reserve. Tanpa boleh berkata tidak.

Mentari.news menemui Dr. Ir. H. Sri Widodo Soedarso, B.M.Eng., M.M., DBA., ahli teknologi Aerospace dan Maintenance dan Aviation Management untuk membahas tentang Muhammadiyah dan Revolusi 4.0.

Dr. Ir. H. Sri Widodo Soedarso, B.M.Eng., M.M., DBA

Sri Widodo Soedarso merupakan alumni Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan sekarang menjadi akademisi pada sejumlah perguruan tinggi negeri maupun swasta di Bandung. Senin (11/3) ia datang ke UMS mengisi Kuliah Umum Keluarga Mahasiswa Teknik Mesin (KMTM) UMS di ruang seminar Pascasarjana UMS.

Bagaimana Persiapan Muhammadiyah dalam menghadapi revolusi 4.0?

Kalau secara konsep belum. Maka dari itu alangkah lebih baiknya orang-orang Muhammadiyah yang tahu informasi teknologi berbasis komputer membangun satu provider berbasis Muhammadiyah.

Bisa saja, jika tidak siap, Muhammadiyah bisa ketinggalan jauh?

Itu yang jadi masalah. Jadi kalau tidak dari sekarang dilakukan persiapan menghadapi revolusi 4.0 ini lalu kapan lagi. Revolusi 4.0 biasa saja. Semua manufaktur tidak perlu pakai mesin, pakai sensor optik, jadi barang. pakai robot. Jadi yang jelas kita tidak bisa mengelak terhadap robotisasi, komputerisasi. Nah, orang Muhammadiyah harus mampu kuasai teknologi.

Apa yang harus dilakukan Muhammadiyah?

Kalau Muhammadiyah tidak pakai 4.0, mungkin itu terkait generasi tua. Tetapi orang Muhammadiyah harus mampu menguasai teknologi. Orang-orang muda kuasai itu. Misalnya dalam bidang pendidikan atau soal komputer. Orang hukum bisa belajar komputer sesuai dengan keilmuannya, misalnya untuk mencari pasal-pasal hukum. Kalau mencari masalah pencurian misalnya, tinggal dicari kata kunci ‘pencurian’, ketemu. Itu namanya big data of information system.

Orang-orang Muhammadiyah ada dimana-mana. Ada di 01 ada di 02. Tapi tidak ribut. Tidak kelihatan. Justru karena itulah, karena sedang ada di atas angin, menurut saya, Muhammadiyah harus berbenah. Karena sekarang ada di atas angin.

Dahulu, ketika saya kuliah di UMS tahun 1980-an, kita (UMS) paling jelek. Yang bagus beberapa universitas yang berbasis Kristen. Kita dulu ya ampun… Sekarang berbalik. Dan kita tidak menerima bantuan.

Dari sisi SDM, Muhammadiyah itu gede. Yang saya harapkan Muhammadiyah jangan jadi partai politik. Karena Muhammadiyah itu organisasi terkaya. Terus bagaimana? Yang namanya beasiswa itu diperbanyak. Biaya pendidikan direndahkan. ketiga, mulai mencari tenaga potensial, organisatoris bagus, kita kader, Ke empat, Muhammadiyah jangan sampai berhenti menjadi organisasi kader.

Universitas Muhammadiyah Bandung, tempat saya mengajar, dikembangkan menjadi universitas berbasis technopreneur Islami. Apa itu? Orang menjadi pengusaha berbasis teknologi dan Islami. Mau nggak mau harus seperti itu. Kalau tidak pakai itu tidak bisa.

Apa modal awal yang dimiliki Muhammadiyah?

Kita punya landasan dasar agama yang kuat. Jadi tinggal tergantung keimanan. Kalau memang berjalannya dengan prinsip ihdinas Shirotol Mustaqim. Oke lah.

IMG-20190218-WA0002-2.jpg?fit=957%2C643&ssl=1
19/02/2019

Reporter: Pujoko
MENTARI.NEWS, Sukoharjo–Muhammadiyah baru saja menyelenggarakan Sidang Tanwir 2019 di Bengkulu pada Jumat-Minggu (15-17/2/2019). Ada beberapa hal yang tidak pernah dibicarakan di Tanwir sebelumnya dan pada Tanwir di Bengkulu ini masuk dalam pembahasan.

21032603_1367302556717163_6831142630166901191_n-e1549015795333.jpg?fit=528%2C311&ssl=1
01/02/2019

Reporter: Pujoko
MENTARI.NEWS, SUKOHARJO-Majelis Ekonomi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah tengah menjalankan pembentukan pusat distribusi atau Distribution Centre (DC) kebutuhan pokok di tiap eks Karesidenan Jawa Tengah. Berikut penuturan anggota Majelis Ekonomi PWM Jawa Tengah, Farid Wajdi terkait pembentukan pusat distribusi ini:

Bisa diceritakan ikhwal pembentukan Distribution Centre ini?

Jadi awal pekan ini, saya mengikuti raker Majelis Ekonomi PWM yang menghasilkan kesepakatan pembentukan Distribution Centre se Jawa Tengah. Distribution Centre ini akan dibuat di setiap eks karesidenan di Jawa Tengah.

Dari hasil rapat  majelis ekonomi itu sudah ada tanda tangan (kerja sama) dengan PTP IX yang akan bekerja sama dalam pendistribusian gula. Jadi, Muhammadiyah berpartner dengan PTP IX.

Operasionalisasi Distribution Centre ini nanti seperti apa?

Usaha Distribution Centre kebutuhan pokok ini harus dijalankan menggunakan PT karena kontrak-kontrak usaha yang akan dilakukan dengan pihak luar nantinya tidak bisa menggunakan nama Muhammadiyah.

Maka dari itu pada raker kemarin diputuskan dibuat PT untuk menjalankan usaha pusat distribusi kebutuhan pokok Muhammadiyah ini.

Untuk memulai, setiap majelis ekonomi kabupaten/kota  memberi (setor) modal Rp 150 juta untuk pendirian PT-nya. Lalu tiap pembelian harus membayar sehingga setiap tahun ada keuntungan bagi setiap majelis ekonomi yang memberikan modal. Rencananya PT ini dijalankan dengan kepemilikan saham. Muhammadiyah memiliki 70 persen saham. Sedang 30 persen perorangan. Dalam Minggu ini dilakukan proses notaris dan target dalam 1 bulan ke depan Majelis Ekonomi PWM akan berkunjung ke eks karesidenan yang ada di Jawa Tengah.

Pengurus perusahaan juga sudah ditunjuk. Ada direktur utama, direktur keuangan, direktur pemasaran, direktur pengadaan. Saya masuk komisaris.

Mengenai strategi usahanya bagaimana?

Strategi kerjanya unit usaha atau PT yang menangani usaha pusat distribusi ini mencari penyedia barang (supplier) untuk diajak bekerja sama. Nantinya akan bekerja sama dengan supplier yang paling murah kemudian didistribusikan ke toko-toko atau unit usaha Muhammadiyah atau warga Muhammadiyah.

Apakah bisa dihubungkan dengan unit usaha Muhammadiyah lainnya seperti MallMu?

MallMu ini retail, etalase. Nanti barang dari supplier bisa dibawa ke MallMu, Surya Mart, Tokomu, semua lah. Siapa pun supplier yang mau bekerja sama akan didistribusikan barangnya ke warga Muhammadiyah melalui pusat distribusi ini.

Usaha Distribution Centre ini bisa disebut sebagai penguatan usaha kecil juga besar karena modalnya diharapkan membesar. Direncanakan setoran modal bisa mencapai Rp 5 miliar.

Kerjasama dengan PTP IX jadi awal menjalankan usaha?

Untuk mengawali usaha ini, akan dilakukan pendistribusian bahan pokok berupa gula hasil kerja sama dengan PTP IX. Sebenarnya di beberapa daerah, pengurus daerah Muhammadiyah mereka sudah menjalankan usaha pendistribusian bahan pokok ini misalnya distribusi gula, demikian juga dengan retail serta air mineral.

Bisa diterangkan soal barang-barang yang akan didistribusikan?

Ditargetkan ada 400 item produk yang bisa didistribusikan sehingga bisa menjadi jaringan distribusi yang besar. Harapannya satu provinsi bisa terhubung semua menjadi rantai distribusi.

Untuk Solo raya sendiri akan melangkah seperti apa?

Kalau Solo raya sendiri, kebetulan saya ditunjuk sebagai koordinatornya. Untuk terlibat dalam jaringan distribusi kebutuhan pokok ini juga sedang merintis.

WhatsApp-Image-2019-01-26-at-6.02.09-PM.jpg?fit=929%2C523&ssl=1
27/01/2019

Reporter : Livia Purwati
MENTARI.NEWS, KENDAL-Anak- anak subnormal dan kekuranglengkapan indrawi (difabel) sudah semestinya mendapat perhatian semua kalangan. Mereka harus mendapatkan perhatian dan pendidikan khusus agar memiliki ketrampilan dan dapat menjalani kehidupanya ke depan di tengah masyarakat, sekurang-kurangnya tidak menjadi beban bagi orang lain. Demikian kata sambutan dari Bp. H. Muslim sebagai Ketua PDM Kendal dalam rangka peresmian lokal baru asrama anak asuh SLB Muhammadiyah Surya Gemilang Limbangan Kendal  (20/1/2019).