Ilustrasi-investasi-bodong.jpg?fit=500%2C337&ssl=1
16/06/2019
Reporter Rani Setianingrum
MENTARI.NEWs,SOLO-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo  menghimbau masyarakat untuk lebih bersifat hati-hati dalam setiap investasi yang dilakukan.
Himbauan tersebut bukan tanpa alasan. Sebab, modus yang dilakukan untuk mengelabui nasabah dengan kedok investasi saat ini dianggap cukup beragam. Kepala Bagian Pengawasan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) OJK Solo, Tito Adji Siswantoro kepada wartawan mengatakan dari beberapa kasus yang sempat ditanganinya selama ini karakteristiknya selalu ada kemiripan. Seperti menawarkan bunga tinggi yang tidak wajar, menawar keuntungan tinggi tanpa resiko dan lainnya.
Agar terhindar dari segala bentuk investasi bodong, Tito pun memberikan himbauan kepada masyrakat. “Sebenarnya untuk menghindari kasus investasi bodong, caranya cukup sederhana. Kita selalu menekankan dengan metode 2 L, yaitu Legal dan Logis, “jelasnya.
Legal yang dimaksud adalah, perusahaan tersebut mengantongi perijinan yang diperlukan. Dan logis adalah imbal atau bagi hasil yang ditawarkan sesuai dengan pengelolaan bisnis yang dilakukan.
Sementara itu saat disinggung mengenai kasus investasi bodong yang terjadi di wilayah Soloraya selama periode semester pertama tahun ini, ia mengaku belum ada temuan kasus. Namun untuk periode tahun sebelumnya, ada satu perusahaan di Solo yang terindikasi melakukan praktik investasi secara ilegal. Hanya saja setelah ditindaklanjuti oleh OJK melalui pemanggilan kepada yang bersangkutan, tak lama kemudian perusahaan tersebut langsung menutup operasinalnya.
Di sisi lain baru-baru ini OJK pastikan salah satu  CV yakni Mitra Sejahtera Bersama (MSB) yang beralamat di Sragen bukan merupakan perusahaan investasi. Pasalnya dalam melakukan penghimpunan dana dari masyarakat, perusahaan tersebut belum mengantongi izin dari OJK. “Kalau izin dari pemerintah daerah setempat mungkin saja sudah mendapatkan, mengingat statusnya CV. Tapi kalau sebagai perusahan investasi yang menghimpun dana dari masyarakat,” kata Tito.
Dengan demikian, bisa dipastikan jika perusahaan tersebut justru bergerak menghimpun dana dari masyarakat justru dianggap menyalahi izin yang diberikan sebelumnya.
Sebagai informasi, sejumlah masyarakat di wilayah Sragen dan sekitarnya yang telah menjadi mitra atau investor di CV MSB banyak yang mengeluh. Sebab investasi yang dilakukan kepada perusahaan tersebut sudah mencapai ratusan juta Rupiah, namun justru kantor dan gudang di perusahaan yang bersangkutan tutup tanpa ada pemberitahuan sebelumnya kepada mitra.
Bakt-Artanta_.jpg?fit=1040%2C780&ssl=1
12/06/2019

Reporter: Rani Setianingrum
MENTARI.NEWS, SOLO – Realisasi penyaluran uang pecahan kecil (UPK) yang dilakukan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Solo selama periode Ramadhan dan lebaran  hampir capai 100% dari target yang ditentukan.

Antrian-penukaran-uang.jpg?fit=1200%2C675&ssl=1
31/05/2019

Reporter: Rani Setianingrum
MENTARI,NEWS, SOLO-Gelar kas keliling bersama bank umum, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo (KPwBI Solo) siapkan modal kerja 7.9 M dengan target penukar sebanyak 1.800 orang.

Anrtrian-penukaran-uang.jpg?fit=722%2C497&ssl=1
24/05/2019

Reporter: Rani Setianingrum
MENTARI.NEWS, SOLO-Baru capai 30% dari total estimasi kebutuhan uang (EKU) yang ditetapkan sebesar Rp5,4 triliun, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Solo optimis target akan tercapai dalam dua minggu kedepan.

Ilustrasi-aktifitas-berbelanja.jpg?fit=975%2C552&ssl=1
15/05/2019

Reporter Rani Setianingrum
MENTARI.NEWS,SOLO- Guna mencegah inflasi saat Ramadhan dan jelang lebaran 2019 Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Solo menyelenggarakan kegiatan Silaturahmi dan Ngobrol Bersama Ulama Peduli Inflasi.

IMG-20190513-WA0011.jpg?fit=1200%2C900&ssl=1
13/05/2019

Reporter: Rani Setianingrum
MENTARI.NEWS,SOLO – Hari pertama dibukanya penukaran uang di Stasiun Solo Balapan terlihat ramai. Pantauan mentari.news Senin (13/5/2019) sekitar 200 orang membentuk antrian panjang menunggu mobil kas keliling Bank Indonesia (BI) membuka loket. Sempat terjadi adu mulut diantara para pengantri, namun akhirnya dapat dilerai oleh petugas keamanan yang berjaga.