IMG-20190527-WA0000-1.jpg?fit=1087%2C1280&ssl=1
27/05/2019

Mengapa wakaf produktif kurang bisa berkembang di kalangan kaum muslimin?

Buku yang membahas tema wakaf produktif juga belum begitu banyak, kalah dengan buku yang membahas persoalan lainya.  Padahal, ajaran ini sebenarnya sudah dipraktekkan sejak jaman Rasulullah dan diikuti oleh para sahabat lainnya.

Dari Jabir bin Abdillah, bahwa semua sahabat Rasulullah yang memiliki harta, mereka melakukan wakaf, tidak dijual, tidak dihibahkan dan tidak diwariskan.

Misalnya Umar bin Khatab yang mewakafkan sebidang tanah di Khaibar, Abu Thalhah mewakafkan kebun kurma Bairoha, Utsman bin Affan mewakafkan sumur Raumah, Ali bin Abi Thalib mewakafkan tanah Yanbu’, Zubair bin Awwam mewakafkan rumahnya, dan sahabat Rasulullah yang lain seperti Muadz bin Jabal, Zaid bin Tsabit, Aisyah Ummul Mu’minin, Asma bin Abu Bakar, Saad bin Abi Waqqas, Khalid bin Walid, Jabir bin Abdillah, Saad bin Ubadah, Uqbah bin Amir, juga Abdullah bin Zubair.

Para sahabat Rasulullah itu sepertri berlomba untuk mewakafkan hartanya karena ingin memperoleh keutamaan wakaf yang pahalanya terus mengalir dari manfaat harta yang diwakafkan tersebut.

Sabda Rasulullah, “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalanya kecuali tiga perkara yaitu; sedekah jariyah, ilmu yang bermanafaat dan doa’anak yang soleh.” HR, Muslim.

Sedekah jariyah dalam hadits tersebut dimaknai sebagai wakaf, karena pokok harta yang diwakafkan ditahan, yang disalurkan hanyalah hasil ekonominya.

Buku setebal 209 halaman ini ditulis oleh Dr. Fahruroji Lc.MA. Alumni Pondok Modern Darussalam Gontor tahun 1996, Universitas Al Azhar Kairo 2003, Pasca Sarjana IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta (S2 tahun 2009 dan S 3 tahun 2015).  Saat ini sebagai dosen Program Magister Studi Kajian Timur Tengah dan Islam Sekolah Kajian strategis dan Global UI.

Membaca buku ini sangat bermanfaat, karena membuka wawasan yang luas, khususnya persoalan wakaf yang masih belum menjadi perhatian penting dalam menggerakkan ekonomi ummat.

Selama ini wakaf baru ditafsirkan yaitu berupa penyerahan sebidang tanah untuk dikelola sebuah yayasan Islam, dan diperuntukkan pembangunan masjid, musholla, rumah yatim, atau sekolahan.  Penafsiran wakaf sebagai penggerak roda ekonomi ummat, tampaknya perlu disosialisasikan secara merata dan serius.

“Sebagian orang masih menganggap wakaf produktif sebagai istilah baru bahkan istilah asing yang tidak dikenal dalam perwakafan. Padahal wakaf produktif memiliki akar sejarah yang kuat dimana Rasululah SAW  telah memerintahkannya bahkan telah melaksanakanya.” ( hal 137).

Dalam buku yang diberi judul Wakaf Kontemporer  ini dibahas secara detail persoalan wakaf antara lain Wakaf untuk selamanya atau sementara ( hal 51). Apa yang disebut sebagai wakaf musytarak ( hal 57). Istibdal wakaf di Singapura dan Malaysia ( hal 99.107). Tentang kekekalan harta benda wakaf ( hal 129), Investasi wakaf dan resikonya ( hal 133). Wakaf manfaat ( hal 167).  Wakaf profesi ( hal 173) dan masih banyak pembahasan lainya.

DR Fahrorroji juga melengkapi data beberapa tanah wakaf yang telah dikelola oleh Pondok Gontor secara produktif. Yang dari hasilnya dapat digunakan untuk membiaya pendidikan.

Pada halaman 183 dijelaskan, “ bahwa fakta sejarah mencatat peranan wakaf dalam mendukung majunya dunia pendidikan pada masa klasik. Setiap sekolah mempunyai penghasilan sendiri yang diperoleh dari harta wakaf produktif yang diperuntukkan  membiayai beasiswa maupun memberi gaji para guru dan dosen. Sebagai contoh, Madrasah Nizamiyah dan Madrasah Muntasiriyah di Bagdad. Madrasah an Nassiriyah di Kairo, Madrasah An Nuriyah di Damaskus.

Di jelaskan juga bahwa Universitas Al Azhar Kairo mempunyai wakaf yang sangat luas sehingga mampu mengutus para ulama ke seluruh dunia dan memberikan ribuan beasiswa bagi pelajar dari berbagai belahan dunia untuk belajar di Al Azhar.

Buku ini sangat penting untuk dipahami, termasuk para pegiat ZIS-W ( Zakat Infak Sedekah dan Wakaf.) Namun sayangnya buku ini tidak dijual umum. Buku dicetak untuk badan wakaf Al Husna seperti tertera di cover depan. Sementara di cover belakang  tertulis; support by Kospin Jasa Syariah. ( Arief Budiman).