Korban-tsunami-Selat-Sunda.jpg?fit=998%2C562&ssl=1
27/12/2018

Jakarta, MENTARI.NEWS – Pihak berwenang di Indonesia telah mengalihkan semua penerbangan di sekitar gunung berapi Anak Krakatau yang meletus dimana dalam beberapa hari setelah itu diyakini telah memicu tsunami dahsyat yang menewaskan ratusan orang dan menyebabkan kerusakan yang meluas.

Screenshot_2.jpg?fit=704%2C398&ssl=1
25/12/2018

Pandeglang, MENTARI.NEWS – Ledakan keras yang mantap memecah suara ombak yang menerpa pantai Provinsi Pandeglang di pulau Jawa Indonesia. Bunyi dentuman bisa dengan mudah disalahartikan sebagai angin – tetapi sebenarnya tidak.

Screenshot_1.jpg?fit=777%2C434&ssl=1
25/12/2018

Solo, MENTARI.NEWS – Bencana alam tsunami telah menewaskan lebih dari 370 orang dan melukai ratusan lainnya di garis pantai Jawa dan Sumatra di Indonesia, bencana terbaru yang menghantam bentang kepulauan yang terdiri lebih dari 17.000 pulau dan menampung 260 juta orang.

Tsunami-Selat-Sunda.jpg?fit=1000%2C562&ssl=1
25/12/2018

Lampung, MENTARI.NEWS – Pesta pernikahan sudah dimulai ketika gelombang pertama menghantam Rajabasa, sebuah desa di Lampung Selatan di pulau Sumatra, Indonesia.

Awalnya, Abdulrahman, kepala desa, dan lusinan tamu tak terduga lainnya mengira telah terjadi kecelakaan mobil.

“Kami mengobrol dan kemudian ada tabrakan keras,” kata Abdulrahman, yang seperti banyak orang Indonesia dengan satu nama.

“Kami semua berlari ke jalan untuk melihat apakah ada kecelakaan. Kemudian kami melihat air. Gelombang pertama cukup kecil, tetapi gelombang kedua jauh lebih besar dan lebih kuat. Semua orang panik dan kami berbalik dan berlari untuk hidup kami, “Dia menambahkan ” tidak ada tanda-tanda peringatan sama sekali “.

“Hari itu diharapkan menjadi hari yang bahagia; kemudian air laut datang.”

Tsunami dahsyat menghantam pulau-pulau Sumatra dan Jawa pada Sabtu malam, membuat dinding air menabrak sekitar 20 meter ke daratan dan meninggalkan jejak kehancuran.

Para ahli percaya bahwa gelombang laut seismik dipicu oleh tanah longsor bawah laut yang disebabkan oleh letusan gunung berapi Anak Krakatoa di dekatnya, yang terletak di Selat Sunda antara Jawa dan Sumatra.

Hingga Senin malam, korban tewas mencapai 373 orang, dengan 1.459 terluka.

Sebanyak 5.665 lainnya dipindahkan, menurut pembaruan terakhir pada hari Senin oleh Sutopo Nugroho, juru bicara Badan Penanggulangan Bencana Indonesia (BNPB), sementara 128 lainnya masih belum ditemukan.

Di desa Rajabasa, pesta pernikahan berlangsung sekitar 30 meter dari pantai, sehingga sebagian besar tamu dapat berebut ke tempat yang lebih tinggi.

Namun, yang lain tidak begitu beruntung.

Magdalena memutuskan untuk tidak menghadiri pesta pernikahan karena putrinya yang berusia tiga tahun ingin tidur.

Ketika ombak datang, rumah kayunya yang kecil, yang berjarak sekitar 10 meter dari pantai, runtuh di atas mereka berdua.

“Kami menemukan Magdalena terbungkus kelambu di dalam rumah malam itu. Putrinya Anisa mandi di desa Sukaraja sekitar satu setengah kilometer jauhnya keesokan harinya,” Abdulrahman mengatakan kepada Al Jazeera pada hari Senin.

“Mereka bersatu kembali di rumah sakit setempat dan dimakamkan bersama kemarin.”

‘Tidak ada peluang banyak orang yang selamat’

Daerah di sepanjang garis pantai di sekitar kabupaten Kalianda dan Rajabasa menanggung beban terberat tsunami yang melanda pulau Sumatra.

Ratusan rumah dan tempat bisnis telah hanyut – menghancurkan penghidupan banyak penduduk setempat dalam proses tersebut.

Medi Herlianto, direktur fasilitas darurat di BNPB, terbang dengan helikopter dari ibukota, Jakarta, pada hari Minggu untuk menilai kerusakan di sepanjang garis pantai di Lampung Selatan.

BNPB belum selesai mengumpulkan data, tetapi di Lampung Selatan saja, setidaknya 58 orang telah ditemukan tewas, 250 luka-luka dan delapan masih hilang dan diduga meninggal.

“Tidak ada kemungkinan bahwa ada lagi yang selamat pada saat ini,” kata Herlianto kepada Al Jazeera.

“Tujuan kami sekarang adalah bekerja dengan pemerintah setempat untuk memberikan bantuan kemanusiaan dan membantu proses evakuasi,” katanya, seraya menambahkan bahwa sekitar 1.000 orang di Lampung Selatan dipindahkan.

Arinal Djunaidi, gubernur yang akan datang dari Lampung, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa ia berkomitmen untuk membantu para korban tsunami yang hancur.

“Kami perlu membantu mereka kembali ke kehidupan sehari-hari sesegera mungkin dan memulai proses pembersihan. Kami telah membawa 13 excavator untuk membantu memindahkan puing-puing dan telah membersihkan jalan-jalan utama ke desa-desa di daerah itu,” katanya. .

‘Suara gemuruh gunung berapi semakin keras’

Penduduk lokal seperti Abdulrahman juga memberikan bantuan di lapangan. Di desa Rajabasa, sebuah pos komando telah didirikan untuk mendistribusikan sumbangan makanan dan pakaian dari penduduk di daerah tetangga.

Untuk saat ini, pos hanya dijalankan oleh para pria. Perempuan, anak-anak dan orang tua telah dipindahkan ke tempat penampungan sementara di tempat yang lebih tinggi untuk antisipasi jika terjadi tsunami lain.

Para ahli telah memperingatkan bahwa jika Anak Krakatau terus meletus, hal itu dapat memicu lebih banyak tanah longsor di bawah air dan gelombang yang lebih mematikan.

Bagi Abdulrahman, yang telah tinggal di desa Rajabasa seumur hidupnya, ketakutan itu nyata.

“Kita bisa melihat gunung berapi dari sini tapi biasanya hanya bersinar seperti ujung rokok,” katanya. “Tapi selama beberapa hari terakhir, cahaya dari letusan telah bersinar lebih terang dan suara gemuruh dari gunung berapi semakin keras.”

Abdulrahman dan kelompok-kelompok penduduk laki-laki dari desa Rajabasa telah berjaga sekitar 10 meter dari garis pantai untuk menjaga rumah-rumah yang masih berdiri dan sekarang telah dikosongkan.

Dia mengatakan bahwa banyak sukarelawan takut tetapi berusaha tetap optimis.

“Kami merasa tenang mengetahui bahwa istri dan anak-anak kami aman di tempat yang lebih tinggi,” kata Abdulrahman.

“Tentu saja kami takut bahwa tsunami lain dapat menghantam desa kami kapan saja, tetapi kami tumbuh di sini dan leluhur kami selalu memberi tahu kami bahwa Krakatau adalah ancaman di cakrawala.

“Kami takut, tapi ini rumah kami.” (joe)

Akiat-tsunami-Selat-Sunda.jpg?fit=1000%2C562&ssl=1
24/12/2018

Jakarta, MENTARI.NEWS –Korban tewas akibat tsunami di Pulau Jawa dan Sumatra, Indonesia, melonjak menjadi setidaknya 373 orang, kata seorang pejabat, Senin, ketika petugas penyelamat meningkatkan upaya untuk mencapai banyak daerah yang tersapu oleh gelombang mematikan.

Penduduk-korban-tsunami-Selat-Sunda-di-Pantai-Carita.jpg?fit=998%2C562&ssl=1
24/12/2018

Banten, MENTARI.NEWS – Petugas penyelamat sedang meningkatkan upaya untuk mencapai banyak daerah yang hancur oleh tsunami mematikan yang melanda Selat Sunda hampir tanpa peringatan dalam kegelapan, menghancurkan rumah, hotel dan bangunan lainnya.

Warga-korban-Tsunami-Selat-Sunda.jpg?fit=1000%2C562&ssl=1
23/12/2018

Jakarta, MENTARI.NEWS – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan jumlah korban tewas akibat tsunami di Selat Sunda yang dipicu gunung berapi di Indonesia telah meningkat menjadi 222 serta lebih dari 800 orang mengalami luka.

Gunung-Anak-Krakatao.jpg?fit=1000%2C562&ssl=1
23/12/2018

Banten, MENTARI.NEWS – Setidaknya 222 orang telah terbunuh dan lebih dari 800 lainnya luka-luka setelah tsunami dahsyat yang melanda Selat Sunda di Indonesia pada Sabtu malam, mengirimkan gelombang menabrak pulau-pulau Sumatra dan Jawa tanpa peringatan.